Pemkot Cimahi Ajak Warga Budidayakan Tanaman Hidroponik

RirinNurFebriani Senin, 3 Jun 2019, 16:31

CIMAHI, (PR).-Keterbatasan lahan pertanian membuat Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi mengajak masyarakat menggalakkan budidaya tanaman hidroponik. Budidaya tersebut dikenalkan melalui kelompok atau komunitas seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan harapan masyarakat juga bisa menerapkannya di pekarangan rumah.

Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi Mita Mustikasari mengatakan, salah satu alasan mengembangkan tanaman hidroponik adalah terbatasnya lahan pertanian di Kota Cimahi.”Dua tahun kebelakang sudah kita mulai sosialisasikan kepada masyarakat melalui kelompok tani.Harapannya bisa diterapkan sehingga bisa memenuhi kebutuhannya,” ujarnya.

Baru ada lima KWT yang baru difasilitasi saran apem belajar anbudidaya hidroponik. Kedepan,pihaknya menargetkan semua kelompok tani bisa beralih ke media tanam hidroponik. “Ada 5 KWT yang baru difasilitasi sarana pembelajaran hidroponik.Inginnya seluruh KWT di Cimahi yang jumlahnya 24 bisa ikut semua, kita bertahap ingin semua bisa aktif,” katanya.

Ada dua jenis tanaman horikultura, yakni sayuran dan buah-buahan yang tengah dikembangkan Dinas Pangan dan Pertanian serta para kelompok tani melalui media hidroponik.”Ada sosin, kangkung, pagoda, butterhead, bayam,” ucapnya.

Media tanamhidroponikmerupakankegiatanbercocoktanam yang dilakukantanpatanahmelainkan air yang mengandungnutrisi-nutrisi yang baikuntukpertumbuhantanaman.Peralatan yang digunakan pun cukupsederhana, yaknibisamenggunakanporussepertisterofoamdanpasir.

Dijelaskan Mita, selain mudah dan simpel, budidaya tanam hidroponik juga memiliki beberapa keuntungan dibandingkan menggunakan media tanah. Diantaranya masa tanam yang lebihpendek, yakni 25-30 hari.”Kalaupakai media tanah bisa sampai 35 hari.Ini lebih mudah, bisa pakai barang bekas.Paralon, botol air bekas asal sirkulasi airnya mengalir,” jelas Mita.

Media tanam hidroponik juga lebih aman dan bersih karena tidak menggunakan zat pestisida.”Lebih bersih dan pakai organik,” ucapnya.

Budidaya tanaman menggunakan media hidroponik bisa menjadi usaha yang menguntungkan.Sebab, harga jualnya lebih mahal dibandingkan dengan hasil tanaman dengan media tanah. “Kalau harga jual tanaman hidroponik itu lebih mahal.Bisa dua kali lipat dari tanaman menggunakan media tanah,” katanya.

Dia mencontohkan harga sayuran jenis kangkung.Biasanya, kata Mita, satu ikat kangkung hanya dijualRp 2.000.Tapi hasil panen kangkung menggunakan media hidroponik itu bisa naik menjadi Rp7.000.”Kalau hasil tanam dari hidroponik dijualnya di pasar modern.Pengemasannya lebih baik, jadi harga jualnya juga lebih tinggi,” kata Mita.

Kedepan, pihaknya akan membuat pola bagi setiap kelompok tani. Misalnya, setiap kelompok itu membudidayakan jenis sayuran yang berbeda.Hal itu dilakukan untuk meminimalisir persaingan.”Misalnya, kelompok satu dan lainnya berbeda jenis tanaman.Misal hanya tanam bayam, kelompok lainnya tanam kangkung.Jadi tidak bersaing,” tandasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *