Nyoman Nuarta Bangga Piala Buatannya Dikoleksi Cerpenis Hebat

Oleh PUTU FAJAR ARCANA

10 Juli 2019

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO

Nyoman Nuarta, maestro seni patung.

Sejak tahun 2010, perupa Nyoman Nuarta (67) merancang khusus piala yang diberikan Kompas kepada para penulis cerita pendek. Tahun ini, dua piala karyanya diserahkan kepada penulis Cerpen Terbaik Kompas 2018, Raudal Tanjung Banua dan Faisal Oddang.

Tentu saja, piala berwujud malaikat bersayap itu bukan sekadar menjadi penanda kemenangan bagi seorang penulis. Piala karya Nuarta, seperti diakui Raudal, sangat berharga sebagai patung yang dirancang seorang maestro.” Benda koleksi yang bernilai tinggi,” kata Raudal.

Saat merancang piala ini, Nuarta mengimajinasikan karya-karya terpilih para cerpenis akan menjadi malaikat bersayap yang menebarkan kebaikan lewat literasi sastra. Lewat kepak sayap dan wajah malaikat yang mendongak ke atas, Nuarta berharap, sastra selalu berorientasi pada keluasan semesta.

”Sastra harus universal, ia menaungi nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Dan hanya dengan cara itu sastra akan dikenang selamanya,” kata Nuarta dari Bandung, Selasa (2/7/2019).

Perupa kelahiran Tabanan, Bali, ini sebaliknya juga merasa bangga, karyanya setiap tahun diberikan kepada para penulis terpilih oleh lembaga seperti Kompas. Ia akan dengan senang hati pula mengerjakannya setiap tahun.

”Tentu bangga juga karya saya dikoleksi para penulis terpilih oleh lembaga kredibel seperti Kompas,” kata Nuarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *