Kisah Opan: Dulu Buruh Pabrik, Kini Software Engineer Go-Jek

Juma’t, 12 Juli 2019 16:54 WIB

Faidah Umu Sofuroh – detikInet

Jakarta  – Opan Mustopah memiliki kisah inspiratif tentang perjalanan kariernya hingga menjadi software engineer di Go-Jek pada 2018. Laki-laki berusia 25 tahun ini mengaku mengawali karier dari seorang buruh pabrik kue.

“Pekerjaan pertama yang saya ambil adalah di sebuah pabrik yang membuat biskuit wafer-roll. Saya mulai bekerja begitu lulus dari sekolah menengah. Saat itu saya bekerja selama 12 jam sehari mulai dari jam 7 malam sampai jam 7 pagi dan saya mendapat gaji sekitar Rp 1 juta,” ujar Opan, Rabu (3/7/2019).

Melihat kisahnya yang diangkat dalam akun Instagram karyawan Go-Jek, banyak orang yang terkesima dengan kegigihan usaha dan ketekunan Opan dalam mencari nafkah sekaligus belajar.

Opan menjelaskan awal mulai berkarier di bidang teknologi adalah sebagai seorang programmer. Pekerjaan itupun dia lakukan karena sudah bosan dengan pekerjaan sebelumnya di bidang ritel.

“Karir saya sebagai programmer dimulai ketika salah satu teman saya di kampus menawarkan lowongan pekerjaan kepada saya, tetapi pada saat itu teman saya tidak memberitahu saya bahwa pekerjaan itu sebenarnya adalah pekerjaan programmer. Karena saya sudah jenuh bekerja di bisnis ritel, saya pasrah, saya melamar lowongan kerja,” ungkapnya.

Setelah lelah melompat dari satu pekerjaan ke yang lain tanpa hasil yang memuaskan, Opan akhirnya melamar untuk sebuah lowongan kerja yang ternyata membutuhkan kemampuan programming. Ia pun berhasil masuk sebuah perusahaan software tanpa latar belakang maupun pendidikan di bidang tersebut dan akhirnya bisa belajar banyak dari teman-teman kerjanya saat itu.

Beberapa tahun bekerja menekuni dunia teknologi, akhirnya Opan menjadi bagian dari ekosistem Go-Jek. Di mengungkapkan perasaannya bekerja di perusahaan seperti Go-Jek.

“Bekerja di Go-Jek, salah satu unicorn di Indonesia, sebagai software engineer masih terasa seperti mimpi bagi saya. Saya tidak pernah berharap untuk bekerja sebagai perangkat lunak setelah lulus dari perguruan tinggi,” tuturnya.

Menjadi software engineer adalah perubahan hidup bagi Opan. Ia bercerita bahwa perubahan yang paling terasa semenjak masuk Go-Jek adalah menjadi semakin sadar kalau masih banyak hal yang harus dipelajari. Mulai dari kultur kerja, sampai teknologi yang dipakai, hampir 90% ituhal yang baru untuknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *