Viral Driver Ojek Online Pasang Alat Canggih di Helm, Bicara Tak Perlu Teriak

Senin, 15 Juli 2019 10:45

Facebook  Amanda  Andono

Seorang penumpang transportasi online membagikan pengalamannya menumpang ojek online dengan helm yang dipasang alat komunikasi sehingga memudahkan komunikasi dengan pengemudi. 

TRIBUN JATENG.COM – Media social mendadak diramaikan dengan perbincangan seorang driver ojek online karena helm khusus penumpang yang digunakannya dipasang alat komunikasi khusus. Alat komunikasi itu memudahkan komunikasi antara pengemudi dan penumpang selama dalam perjalanan.

Inovasi pengemudi ojek online ini viral di media social setelah diunggah salah satu penumpang, Amanda Andono, yang mengabadikan perjalanannya bersama si pengemudi ojek online bernama Darmawan Septian (28). Dalam statusnya, Amanda menuliskan sebagai berikut:

Canggih nih Babang Grab.. Senin pagi tadi berangkat kantor seperti biasa order ojol, kaaan… Pas mau naik motor, disodorin helm wangiii yang di dalamnya kabel-kabel tergulung rapih, terlihat nempel headset plus mic juga kotak kecil item dengan antenna pendek.Trus gue tanya, Lah apaan nih Bang? Dijawab, Itu buat ngobrol biar aman, Bu. Ha? Ngobrol? Aman? Maksutnyaaah…

Setelah gue pake helmnya n duduk dengan manis, eeh… terdengar suara si Babang dengan jelas mengalun di kuping gue: Mau lewat mana, Bu? Lah kageeet, itu suara dari mana?

Baru gue nyadar, di helm si Babang juga nempel peralatan yang sama, sepertinya alat transmisi… (maaf saya kudet sama yang beginian) Ternyata, helm penumpang dan helm driver dipasang alat komunikasi biar masing-masing bisa berbicara dengan mudah tanpa kudu teriak-teriak di tengah hingar-bingar lalulintas.

Jadi gue bisa ngarahin kudu lewat mana n ngasih tunjuk arah tanpa esmosik, dengan lembut syahdu gitu deh, sementara si Babang Grab Bike bisa tetap fokus riding liat ke depan tanpa ribet nengok-nengok ke belakang.

Wooow, cenggih bingits nih Babang… Komunikasi lancar n aman sepanjang jalan dari Pondok Pinang sampai Bulungan, ridingnya juga smooth, sampai tujuan dengan cepat “.

Unggahan ini pun dibagi lebih dari 3.200 kali dan disukai oleh lebih dari 6.000 pengguna Facebook lainnya. Beragam komentar positif dan kagum diberikan pada netizen.

Bagaimana cerita dari pengemudi ojek online, Darmawan, hingga ia terpikir untuk memasang alat komunikasi di helm yang digunakannya untuk bekerja? Darmawan baru bergabung dengan Grab selama 6 bulan. Sejak awal beroperasi, ia sudah menggunakan alat komunikasi ini di helm yang digunakannya dan untuk penumpang.

Saat dihubungi Kompas.com Sabtu (6/7/2019) sore, Darmawan mengungkapkan, alasannya memasang alat itu karena permasalahan komunikasi dengan sang istri saat melakukan perjalanan.

“Kalau awalnya sih Cuma keluhan istri pas pulang kampong suka bête sama susah ngobrol kalau di jalan. Kan istri orang Lampung. Jadi kalau mau mampir atau ke WC (saat perjalanan) enggak harus ketok helm hehe,” kata Darmawan.

Alat yang dibelinya dengan harga Rp 1 juta kemudian ia pasang juga di helm yang didapatkan dari operator transportasi online. Ia mengaku memasang sendiri peralatan yang bekerja dengan sambungan teknologi Bluetooth ini, hanya bermodal video tutorial yang ada di YouTube.

Atas inovasi yang dilakukannya, ayah satu anak ini mengaku sudah menerima beragam respons dari para penumpangnya.

“Wah kalau respons penumpang banyak. Ada yang muji, ada yang biasa aja tapi lama lama kagum. Ada yang bengong, kaget kali, soalnya ada suara di helmnya. Yang parah sih ada yang teriak gitu sampai mau dicopot helmnya,” kata Darmawan, yang kerap beroperasi di daerah Serpong ini.

Namun, ia menganggap hal ini wajar, karena memang belum banyak yang tahu tentang teknologi yang ia gunakan. Darmawan mengaku tak menjelaskan tentang alat itu kepada penumpang yang dibawanya.

“Enggak, kecuali pas penumpang pakainanya ini dipasang apa, baru saya jelaskan singkat,” ujar dia.

Lalu, bagaimana testimony penumpang, Amanda, yang kagum atas inovasi Darmawan hingga membagikan pengalamannya di media sosial? Kepada Kompas.com, Amanda menganggap inovasi ini sangat membantu proses komunikasi antara pengendara dan penumpang selama di perjalanan. Misalnya, untuk menanyakan arah jalan.

“Oh iya, sungguh relatable, karena pastinya masalah komunikasi dengan pengendara ojol sudah umum terjadi. Bisa jadi hal kecil, atau menjadi besar karena salah persepsi dengar, mengingat hiruk-pikuk lalulintas dan helm yang mengurangi daya dengar,” ujar Amanda saat dihubungi secara terpisah, Sabtu sore.

Menurut dia, penggunaan alat ini mengurangi kemungkinan-kemungkinan buruk saat berkendara di jalanan.

“Kan dari pada teriak-teriak, tapi masih juga salah terima dengar, jadinya enggak nyambung. Itu kan jadinya bikin bête masing-masing,” kata dia.

Saat pertama menemukan driver yang menggunakan alat komunikasi ini di helmnya, Amanda mengaku sempat tidak menyangka.

“Sempat kagetnya karena ini yang nyodorin kan driver ojol, enggak akan ada kepikiran aja alats eperti itu terpasang di situ,” kisah Amanda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *