Mengikis Kemiskinan Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah

KONTRIBUTOR PANGANDARAN, CANDRA NUGRAHA

Kompas.com – 16 Juli 2019, 15:32 WIB

Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra memberikan bantuan dana rutilahu kepada perwakilan Unit Pengumpul Zakat saat acara rapat kordinasi di Aula Baznas Ciamis, Senin (08/07/2019).(Candra Nugraha)

CIAMIS, KOMPAS.com – Wakil Bupati CIamis Yana D Putra yakin jika pemanfaatan zakat, infak dan sedekah mampu untuk mengurangi kemiskinan di wilayahnya.

Menurut dia, berdasarkan data Kementerian Sosial, saat ini jumlah warga miskin di Ciamis mencapai 154.000 jiwa. Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlag warga miskin di Ciamis mencapai 85.000 dari 1,4 juta penduduk, Walaupun versi jumlah warga miskin di tiap lembaga beda, namun menurut Yana adalah bagaimana cara untuk terus mengurangi jumlahnya. 

Dia mengatakan, pemberian zakat, infak dan sedekah merupakan salah satu cara untuk mengurangi kemiskinan. Ketiganya merupakan instrumen ekonomi dalam Islam. 

Hal itu disampaikannya saat Rakor Baznas dengan Unit Pengumpul Zakat tingkat kecamatan dan Kemenag Kabupaten Ciamis, di Aula Baznas Ciamis, Senin (8/7/2019). Yana mengatakan, zakat jangan hanya menjadi suatu sistem individual. Ke depan, zakat harus menjadi sistem untuk pemberdayaan ekonomi umat.

“Bukan hanya individualistis antara si kaya dan si miskin,” kata dia.

Menurut Yana, zakat, infak, sedekah yang diterima Baznas secara umum meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini, kata dia, masih bisa dimaksimalkan lagi.  Cara memaksimalkan penerimaan zakat, lanjut Yana, yakni dengan membangun kesadaran masyarakat untuk berzakat. Aturan soal zakat, katanya, sudah diatur dalam peraturan daerah.

“Intinya kita bangun kesadaran warga Ciamis khususnya kaum muslimin dan muslimat, lebih khususnya yang telah mampu, yang sudah jadi muzaki untuk sesadar-sadarnya mengeluarkan zakat, infak, sedekah,” jelas Yana.

Dia juga mengajak aparatur sipil negara (ASN) untuk mengeluarkan zakat, infak, sedekah.

“Ini kewajiban kita sebagai seorang muslim,” ucapnya.

Kemudian, zakat yang terkumpul bisa dimanfaatkan untuk programpemberdayaanekonomi warga miskin.  Kepala Pelaksana Baznas Ciamis, Amas Muhammad Tamzis mengatakan, dalam hal pemberdayaan ekonomi pihaknya sudah menyalurkan bantuan ternak, bantuan modal usaha, hingga bantuan alat-alat produksi kepada warga miskin.

Dia meminta pemerintah daerah untuk ikut mendorongwarganya berzakat.

“Kalau pemerintah ada greget untuk meningkatkan, mendorong potensi ini (zakat, infak, sedekah) sebaik mungkin, insya Allah output akan banyak. Karena Baznas hanya regulator. Baznas istilahnya hanya terima kasih, menerima dan mengasih. Semakin banyak yang diterima, semakin banyak yang dikasih,” katanya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *