SD Kreatif Muhammadiyah Surabaya Tanamkan Cita-cita Siswa Sejak Dini

Rabu, 24 Juli 2019 10:54

Ali Masduki

Ratusan siswa membawa bintang berisi cita-cita mereka saat pentutupan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (19/7/2019).
Foto/SINDONews/Ali Masduki

SURABAYA – Cita-cita dalam hidup amatlah penting. Melalui cita-cita tersebut, seseorang memiliki gambaran mengenai kehidupan masa depan yang ingin dijalani. 

Cita-cita juga mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang ingin dicapai. Sehingga tak jarang pertanyaan tentang cita-cita diajukan pada anak-anak. 

Melihat pentingnya sebuah cita-cita, SD Kreatif Muhammadiyah 16 Surabaya, meberikan sebuah reward pada peserta didiknya yang memiliki cita-cita. Reward  tersebut diberikan saat penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah  (MPLS).

” Siapa yang pengen menjadi dokter? ” Tanya seorang Ustazah pada ratusan siswa kelas satu saat penutupan MPLS.

Ustazah yang mengenakan kostum ala dokter itu pun menyerahkan sebuah bintang yang berisi gambar tentang cita-cita si anak. Pentupan MPLS itupun berjalan meriah. Sejumlah guru mengenakan kostum beragam profesi yang populer di tengah-tengah masyarakat. 

Seperti Khalisa Naura, misalnya, siswa baru ini mengenakan kostum lengkap ala koki. “Saya mau jadi koki handal,” ujar dia singkat.

Tim Inovasi Pengembangan Sekolah Kreatif, Heru Tjayono, mengatakan, bagi seorang anak memiliki cita-cita adalah penting, karena dengan cita-cita seorang anak memiliki semangat dan tujuan jelas.

” Meskipun saat dewasa mungkin sudah berubah cita-citanya, setidaknya mereka tahu sempat memiliki angan-angan profesi berbeda,” kata dia.

Heru mengatakan, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini, pihaknya menekankan perpaduan kreativitas dan karakter sebagai metode  pengenalan dasar. Tata karma seperti adab keluar masuk kelas dan sikap juga dilatih.

” Karakteristik anak-anak memang berubah tiap tahunnya, tapi kesan anak-anak tetap ada makanya kami bangun lewat MPLS dengan permainan supaya mereka selalu ingin masuk tiap harinya. Termasuk orang tuanya,” kata dia.

Humas SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Agus Mulyadi, mengatakan, selain menanamkan cita-cita sejak dini, diakhir MPLS ini peserta didik juga diajak menangkap ikan dalam kolam. Kegiatan itu, ujar Agus, untuk melatih konsentrasi peserta didiknya.

” Kegiatan menangkap ikan kita harapkan memberikan sesuatu yang menyenangkan siswa, menghibur siswa, melatih konsentrasi siswa.selain itu dari jumlah ikan yang ditangkap siswa juga bisa belajar berhitung. Misalnya menangkap tiga ikan, ada yang menangkap empat ikan dan seterusya, ” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *