Kisah Inspiratif Tujuh Anak Kampung, Patungan Uang Jajan Selama 10 Bulan Buat Sumbang Sapi Kurban Seharga Rp 19,5Juta

Nicolaus – Jumat, 26 Juli 2019. 10:40 WIB

7 bocah asal Bogor patungan untuk beli sapi kurban

Laporan reporter Gridhot.ID, Nicolaus Ade

Gridhot.ID – Menabung merupakan salah satu kebiasaan baik yang harus ditanamkan sejak dini. Hal ini penting bagi seorang anak salah satunya untuk merencanakan keuangan di masa depan.

Seperti yang dilakukan oleh sekelompok anak di Kampung Ardio RT 1/5, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Sebuah kisah tujuh orang anak yang akhirnya dapat mewujudkan cita-citanya berawal dari menabung viral dan jadi sorotan publik.

Melansir dari TribunBogor.com Senin (22/7/2019), niat dan usaha menabung yang tekun membawa anak-anak yang tinggal di perkampungan padat penduduk itu berhasil mewujudkan impiannya untuk berkurban.

Ketujuh anak tersebut adalah Abu Bakar (13) siswa kelas 3 SMP, Zhilal (11) siswa kelas 5 SD, Sauqi (11) siswa kelas 6 SD, Fauzan (11) siswa kelas 6 SD, Sukatma (12) siswa kelas 1 SMP, Zalfa (12) siswa kelas 1 SMP, dan Yudi (18) yang baru saja lulus SMA.

Jika pada hari Raya Idul Adha sebelumnya ketujuh anak ini hanya menyaksikan orang lain berkurban, kini mereka pun bisa menjalankan ibadah menyembelih hewan kurban dengan hasil tabungannya sendiri. Pada awalnya mereka sempat ragu dengan apa yang mereka kerjakan. Mereka ragu karena takut usahanya berakhir di tengah jalan. Karena banyak yang mengira tabungan mereka hanya untuk main-main dan tak akan terkumpul.

Tujuh bocah di Bogor patungan untuk beli sapi kurban

Namun akhirnya ketujuh anak itu pun berhasil mengumpulkan uang dengan saling menyemangati satu dengan yang lainnya. Iki yang sehari-hari duduk dibangku kelas 3 SMP itu menjadi inisiator mengumpulkan tabungan untuk membeli hewan kurban. Dalam sehari Iki bisa menyisihkan uang jajan Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu untuk membeli hewan kurban. Meski harus mengurangi porsi jajannya itu tidak mengurangi samangatnya untuk terus menabung. Alhasil, Iki dan teman-temannya itu pun berhasil mengumpulkan uang belasan juta dalam waktu 10 bulan.

” Jajan Rp 20 ribu, ongkos Rp 4 ribu, jajan Rp 6 ribu terus sisanya ditabung untuk beli hewan kurban,” ujarnya.

Keinginan yang kuat itulah yang membuat para orangtua mendukung sang anak.

Ketujuh anak sedang mengumpulkan uang tabungan di rumah Fauzan untuk membeli sapi kurban

Pada Senin sore (22/7/2019), ketika ketujuh anak itu ditemui, Nampak senyum bahagia di raut wajah mereka sembari menegok sapi kurbannya yang sudah dibeli sejak satu bulan lalu. Sambil masih mengumpulkan uang tabungannya, Abu Bakar atau sering disapa Iki dan keenam temannya bersiap-siap akan melunasi sapi yang sudah dibelinya dengan harga Rp 19,5juta. Mereka pun menghitung uang tabungannya untuk melunasi uang pembayaran sapi sekitar Rp 3 juta.

” Iya ini mau liat sapinya, diajak sama pak haji (pemilik sapi),” kata Iki.

Hasil usaha tujuh anak ini pun membuka pandangan para orang tua mereka yang terus menyemangatinya.

” Jujur kalau saya belum bisa (berkurban) tapi Alhamdulillah liat iki sama teman-teman bisa berkurban, awalnya juga sempat enggak percaya, sampai sayatanya, iki beneran, nanti kalau sampai putus tengah jalan kan malu, tapi iki bilang, cobain dulu niatin, pasti bisa,” ujar Sati ibunda Abu Bakar Sidiq.

Tak hanya ibunda Iki, ibu dari Fauzan, Yani Haryani juga mengaku bangga dengan anak dan teman-temannya bisa menabung untuk membeli hewan kurban. Yani juga bercerita setiap hari selama berbulan-bulan Iki dan Fauzan selalu mencatat tabungan mereka dan teman-temannya dalam buku tabungan.

” Ya awalnya cuman tabungan anak-anak biasakan, terus si Iki itu punya niatan gimana kalau uangnya buat beli kurban, sempat ragu juga bisa ga ya mereka, saya juga tanyain dulu ke orangtua mereka akhirnya setuju uangnya setiap hari dikumpulin kesaya,” ujar Yani.

Ia pun berharap supaya usaha dari ketujuh anak ini bisa menjadi berkah dan ibadah.

“Iya namanya orangtua ya banggalah senang, dan pasti terus mendukung, awalnya memang ada 15 orang tapi ada yang mundur, tapi Alhamdulillah ini ada tujuh orang masih bertahan, dan bisa terlaksana,” tambahnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *