Kisah Penerima Beasiswa Daarut Tauhid, Jadi Lulusan Terbaik

Sabtu, 27 Juli 2019 11:40

Bilqis Badriatul Ummah siswi penyabet tiga penghargaan di SMK Daarut Tauhid Boarding School (DTBS).
Foto: Dok. Daarut Tauhid

Bilqis Badriatul Ummah, penerima beasiswa Daarut Tauhid, lulus dari SMK DBTS Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bulan Ramadhan lalu menjadi momentum bersejarah bagi Bilqis Badriatul Ummah. Gadis kelahiran Tasikmalaya, 2 Juli 2001, ini menyabet tiga penghargaan sekaligus dari SMK Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS), Bandung, Jawa Barat.

Bilqis dinobatkan sebagai wisudawan dengan hafalan Al Quran terbanyak, wisudawan berkarakter Baik dan Kuat (BAKU), dan wisudawan terbaik. 

Kedua orang tuanya, Amin dan Lukman ikut terharu saat menaiki panggung. Disaksikan ratusan pasang mata, Amin dan Lukman mencoba menenangkan diri untuk mendampingi putri bungsunya itu.

Bilqis mengaku, penghargaan yang didapatkannya itu menjadi motivasi baginya untuk menjadi insan yang lebih baik lagi.“ (Penghargaan) ini hanya sementara dan sebagai motivasi untuk terus lebih baik lagi di kehidupan yang sebenarnya,” ujar dia, dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (24/7).

Bilqis adalah salah seorang penerima beasiswa dari Daarut Tauhiid (DT) Peduli. Untuk dapat melanjutkan pendidikannya ketingkat SMK, sebelumnya Bilqis harus bersaing dengan ratusan pendaftar beasiswa lainnya.

Rasa syukur juga dirasakan kedua orang tuanya. Mereka mengenang, begitu bahagia ketika Bilqis mulai memasuki masa-masa sekolah.

Bilqis lahir dari keluarga sederhana dan bersahaja. Untuk menghidupi ketiga anaknya, Lukman dan Amin berbagi peran. Lukman bekerja sebagai buruh, meski terkadang penghasilannya tak menentu. Adapun Amin bertugas menjaga dan memenuhi keperluan ketiga anaknya di rumah.

Keduanya sempat kebingungan saat anak bungsunya itu menyelesaikan sekolah tingkat SMP. Lukman dan Amin berharap bisa menyekolahkan anaknya kejenjang setinggi-tingginya. Namun, keadaan ekonomi keluarga saat itu sedang tak memungkinkan.

Berbekal informasi dari saudaranya, Bilqis pun mencoba mendaftar seleksi beasiswa Daarut Tauhid Peduli. Setelah menjalani rangkaian seleksi, Bilqis akhirnya lulus sebagai penerima beasiswa  DT peduli dan berhak menyelesaikan pendidikannya di SMK DTBS.

Lukman dan Amin akhirnya bisa bernafas lega saat putrinya lulus SMK. Kebahagiaan pun kian bertambah ketika putrinya ini memborong tiga penghargaan sekaligus.

“Alhamdulillah ini pemberian dari Allah, kami bangga ini merupakan suatu hadiah yang patut kami syukuri. Semoga anak kami menjadi seorang yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain dan senantiasa menjadi pribadi yang terus berjuang menjadi lebih baik,” kata Lukman penuh haru.

“Terimakasih sebanyak-banyaknya kepada DT Peduli dan para dontaur. Mohon maaf, mungkin kami tidak bisa membalas jasanya yang begitu besar ini. Semoga DT Peduli semakin maju dan berkah menjadi jalan untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan. Semoga harta yang dikeluarkan para donator dari menjadi berkah, bermanfaat untuk umat, dan diberikan kesehatan keselamatan dunia akhirat,” ujar Lukman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *