Kisah Martha Itaar, Pilot Perempuan dari Papua yang Tempuh Pendidikan di Selandia Baru hingga Jadi Pilot Garuda Indonesia

Tatik Ariyani – Senin, 5 Agustus 2019 | 09:12 WIB

Kompas.com/Istimewa

Martha Itaar

Intisari–Online.com – Akhir-akhir ini, Martha Itaar menjadi perbincangan. Hal ini dikarenakan Martha Itaar adalah satu dari dua pilot perempuan asal Papua yang direkrut oleh Garuda Indonesia.

Sebelum akhirnya bergabung dengan maskapai pelat merah itu, ada cerita panjang dari perjalanan yang dilaluinya. Pada September 2015, Martha, kelahiran 21 November 1996, menempuh pendidikan di Nelson Aviation College, Selandia Baru. Dalam waktu tiga tahun, ia menyelesaikan pendidikan dengan berbekal beasiswa dari Pemerintah Provinsi Papua.

Selanjutnya, Martha mengikuti proses uji untuk mendapatkan izin menerbangkan pesawat komersil di Kementerian Perhubungan. Sejumlah izin terbang dikantonginya. Izin itu di antaranya DGCA License, Private Pilot License, Commercial Pilot License, Frozen Airline Transport Pilot License, dan Multi Engine Instrument Rating.

Martha disebut sebagai pembelajar yang cepat dan gigih untuk mencapai impiannya. Setidaknya, testimony soal sosok Martha Itaar ini disampaikan oleh mantan instruktur penerbangan dari Nelson Aviation College, Will Valintine. Saat bergabung dengan Garuda Indonesia, Martha sudah memiliki pengalaman terbang selama 2 tahun.

Sebelum menempuh pendidikan penerbangan di Selandia Baru, Martha menjalani pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Jayapura pada 2011-2014. Saat ini, ia tinggal di Kembangan, Jakarta Barat.

Diberitakan sebelumnya, Garuda Indonesia merekrut dua pilot perempuan untuk memberikan peluang bagi putra-putri daerah yang memiliki prestasi dan kapasitas. Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Akshara mengatakan, lulusnya dua putri  Papua ini layak diapresiasi karena rekrutmen pilot Garuda Indonesia Group memiliki standar requirement yang cukup tinggi.

” Hal ini turut menandakan bahwa banyak putra-putri daerah yang memiliki daya saing yang unggul,” kata Ari Akshara.

Sebelum dinyatakan diterima sebagai pilot Garuda Indonesia, Martha dan satu pilot lainnya, Vanda Astri Korisano, menjalani proses seleksi biasa, bukan melalui jalur khusus. Keduanya merupakan angkatan pertama rekrutmen pilot asal Papua yang bergabung dengan Garuda Indonesia Group.

Ia berharap, Martha dan Vanda bisa menjadi motivasi  bagi generasi muda, khususnya Papua agar memiliki semangat dan optimisme yang sama dalam mengejar cita-cita. Dengan bergabungnya Martha dan Vanda, jumlah pilot perempuan di Garuda Indonesia kian bertambah. Tercatat, hingga 2018, ada 30 orang pilot perempuan di Garuda Indonesia.

(Luthfia Ayu Azanella)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Martha Itaar, dari Papua “Terbang” ke Selandia Baru hingga Jadi Pilot Garuda Indonesia“.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *