Kisah Anak Piatu dari Solok Selatan Jadi Lulusan Terbaik Akpol 2019, Bangga Ajak Ayah ke Istana

Selasa,  7 Agustus 2019 15:41 WIB

Muhammad Idris, Lulusan Terbaik Akpol 2019 

POSKUPANG.COM- Ini kisah anak piatu dari Solok Selatan jadi lulusan terbaik Akpol 2019,  Bangga ajak Ayah ke istana.

“Mudah-mudahan Idris dalam bertugas selalu istiqomah kepada Allah SWT,” kata Dasrial setelah melihat Presiden Jokowi menyematkan penghargaan Adhi Makayasa kepada Muhammad Idris (23), anak laki-lakinya.

Muhammad Idris adalah lulusan terbaik Akademi Polisi tahun 2019 asal Jorong Mudiak Lawe, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan. Kabupaten Solok Selatan merupakan satu diantara tiga daerah tertinggal di Sumatera Barat selain Kabupaten Mentawai dan Pasaman Barat.

Idris berhasil menjadi Taruna Akademi Kepolisian (Akpolterbaik tahun 2019. Taruna kelahiran 8 Juli 1996 itu berhasil lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,54 .Empat penghargaan sekaligus disabetnya yaitu Adhi Makayasa, Ati Tanggon Emas, Ati Trengginas Perak dan Ati Tangkas Perak.

 “Tentunya perasaan saya ketika menjadi yang terbaik di Akademi Kepolisian bangga, terharu, senang dan menurut saya ini juga sebuah amanah agar bisa menjadi awal untuk lebih baik kedepannya,” kata Idris kepada wartawan usai upacara pelantikan.

Saat dilantik sebagai Perwira Polri, Idris didampingi ayahnya, Dasrial, seorang petani dan guru ngaji di Desa Mudiak Lawe, kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan, Sumatra Barat.

“Peran dari keluarga alhamdulilah. Setiap kali ayah selalu bilang, beliau selalu mendoakan anaknya yang terbaik dan setiap (saya) cuti beliau juga membuat masakan khas padang. Dan, motivasi beliau ketika Idris pesiar pun, pada saat telepon beliau selalu bilang, ‘tetap berdoa nak, jangan tinggalkan ibadah’,” kata Idris, Selasa (16/7/2019).

Ayah Idris, Dasrial saat dihubungi Kompas.com Rabu (10/7/2019) bercerita saat lulus MAN, anaknya berencana melanjutkan kuliah perguruan tinggi.

“Waktu kecil, Idris bercita-cita sebagai dokter. Tapi cita-cita itu tinggal impian saja. Dia malah menjadi polisi,” kata Dasrial.

Idris kemudian mengikuti arahan kakak perempuannya untuk ikut tes Akpol dengan alasan jika masuk Akpol tidak ada biaya yang dikeluarkan karena ditanggung pemerintah. Padahal saat itu Idris sudah mengikuti bimbingan belajar.

Idris pun bertekad lulus menjadit aruna Akpol supaya tidak memberatkan orang tuanya, karena Dasrial hanyalah seorang petani yang juga menjadi guru mengaji untuk mencari tambahan belanja.

“Saya lihat tekad Idris sangat kuat. Latihan keras dan tidak lupa berdoa usai shalat dilakukannya,” kata Dasrial.

Idris kecil menjadi piatu sejak duduk di bangku MIN. Dari MIN, MTsN hingga MAN, Idris selalu menjadi juara dan mendapatkan beasiswa. Bahkan Idris dinyatakan mejadi lulusan Akpol terbaik 2019.

“Saat dikasih tahu bahwa Idris menjadi lulusan terbaik, saya tak kuasa menahan air mata. Idris akhirnya berhasil. Saya selalu mendoakan dia supaya menjadi anak yang berbakti kepada orangtua, bangsa dan Negara ini,” kata Dasrial.

Sah secara Hukum Sementara itu Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulis dianto saat mendengar lulusan terbaik Akpol 2019 berasal Solok Selatan langsung mencari rumah keluarga sang taruna.

“Saya datangi rumah orang tuanya untuk memberikan ucapan selamat. Saya sangat terharu, ternyata Idris berasal dari keluarga sederhana. Anak petani yang juga mengajar mengaji sukses menjadi lulusan Akpol terbaik,” kata Imam.

Idris pun mengaku sangat gembira ia bisa dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai perwira Polri. Apalagi ayah serta sejumlah anggota keluarganya juga bisa datang jauh-jauh dari Solok Selatan ke Jakarta untuk mendampingi.” Luar biasa, dan salah satu cita-cita dari Idris adalah bagaimana caranya ayah bisa pergi ke istana dan bersalaman dengan presiden RI,” kata dia.

Setelah kini lulus dari Akpol, Idris bertekad akan melakukan yang terbaik untuk NKRI. Ia menilai lulus dari Akpol bukanlah akhir, melainkan awal dari segalanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *