Kisah Inspiratif, Driver Ojol Perempuan Ini Lulus Cumlaude Sarjana Hukum Universitas Ternama

Muhammad Sukardi, Jurnalis· Senin 12 Agustus 2019 13:30 WIB

Kisah inspiratif driver ojol lulus cumclaude sarjana hukum (Foto : @gizayeolsung/Twitter)

Kisah Perjuangan Leony Panjaitan dalam menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro tak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, dia membuktikan dengan kerja keras semua bisa dicapai.

Kisah Leony mendapatkan gelar sarjana sedang viral di media sosial. Perempuan luarbiasa ini dianggap sebagai sosok yang menginspirasi  bagi banyak orang. Bagaimana tidak,  selagi menjalani perkualiahan, dia bekerja sebagai driver ojek online dan tetap mengikuti banyak perlombaan sidang.

Sahabatnya dengan nama akun Twitter @gizayeolsung (yang kemudian disapa Gi) membagikan kisah perjuangan Leony yang biasa diasapa Lele dalam menyelesaikan kualiahnya itu. Seperti apa kisahnya?

Dalam cerita yang dibagikan Gi, Lele adalah juniornya di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Menurut Gi, Lele sudah menjadi driver ojol sejak semester 5 hingga akhirnya toga melekat di tubuhnya.

Gi menjelaskan, Lele bukan hanya juniornya di kampus, tetapi juga junior di salah satu UPK debat. Selama mengenal Lele, perempuan yang satu itu dikenal sebagai sosok yang gigih banget. “Kerja kerasnya paraaaaaah, gokil kayak nggak kenal capek,” terangnya.

Di organisasi debat, Lele ini selalu aktif ikut lomba. Padahal, lomba debat di organisasi itu makan waktu berbulan-bulan dan dimulai dari sore sampai sekelarnya. Ya, dalam artian bisa kelar jam 1 malam, bisa subuh, atau bisa jam 7 pagi.

Singkat kisah, Lele mulai menjadi driver ojol ketika masuk semester 5. Pilihan itu dia ambil untuk membantu perekonomian keluarganya. Ayah Lele sakit.

“Gue bingung, gimana cara dia bagi waktu. Dia harus kuliah, latihan debat yang menyita waktu, terus jadi driver ojol. Gua aja pas semester 6, ngelepas organisasi supaya focus skripsi. Lah, dia jalanin tiga-tiganya :)))))” curhat Gi.

Luar biasanya lagi,  Lele ini saat kuliah ambil jurusan yang paling tidak diminati mahasiswa fakultas hukum. Ya, Lele mengambil jurusan Hukum dan Masyarakat.

Sedikit info, menurut Gi,  jurusan itu peminatnya sangat minim . Satu angkatan bisa hanya 3 orang. Sementara itu, Lele berani mengambil jurusan itu karena dia nggak peduli dengan omongan dan dia yakin kalau dia mampu  di jurusan tersebut. Dan terbukti berhasil !

Sering ikut lomba debat

Gi menjelaskan,  Lele ini sangat ‘getol’ untuk ikut lomba debat nasional. Satu lomba sudah diikuti,  maka akan ada lomba lainnya yang pastinya Lele bakal sambangi.

Ikut lomba debat mungkin jadi hobi Lele. Sebab, kegiatan itu sudah dia ikuti sejak awal perkuliahan sampai akhir kuliah. Bahkan, beberapa temannya menjuluki Lele ini sebagai  ‘manusia sekre’ saking hidupnya di sekre terus buat latihan.

Dia ikut lomba debat bukan ajang eksistensi diri. Lele selalu berusaha untuk bisa menjadi yang terbaik dan benar saja, selama ikut lomba debat, Lele pasti pulang bawa piala untuk Universitas Diponegoro.

Hal yang membuat Gi bangga adalah Lele tidak pernah malu dengan pekerjaannya. Bahkan,  Lele selalu membagikan momen saat dia bekerja sebagai driver ojol.

Malah, saat wisuda Lele kemarin,  beberapa driver ojol Semarang ikut hadir member semangat dan dukungan untuk Lele. Sekali lagi, Lele tidak malu dengan pekerjaannya itu dan dia malah membuktikan sebaliknya, walau pun dia driver ojol, dia mampu menjadi sosok yang luar biasa di mata orang lain.

“Latihan debat setiap hari dari sore sampai pagi, kerja sampingan driver ojol, wah kuliah keteteran tuh; No for her! See? Dari jurusan yang kena kutukan paling lama lulus, dia berhasil lulus cepet dan cumlaude ;)) I AM SO PROUD,” tulis Gi di Twitternya.

Gi menambahkan, dirinya menulis cerita ini sebagian bentuk kebanggaan dia memiliki sahabat seperti Lele. Dia berharap, kisah Lele ini bikin kita nggak pernah menyerah terhadap apa pun. Capek? Wajar. Istirahat dan setelah itu lanjut lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *