Kisah YouTuber Angga Candra, dari Pengamen hingga Terkenal karena Prank False

Kompas.com – 29/08/2019, 10:32 WIB

Penulis Sherly Puspita | Editor Andi Muttya Keteng Pangerang

JAKARTA, KOMPAS.com – Dunia YouTuber kedatangan pendatang baru yang tengah naik daun. Dialah Angga Candra, YouTuber dengan 3,4 juta subscriber yang memiliki konsep video yang unik, yaitu prank false alias sumbang. Dalam video-videonya, Angga kerap memperdengarkan suaranya yang false kepada target. Sampai-sampai, tak sedikit target yang merasa terganggu dengan suara sumbangnya tersebut. Namun, tiba-tiba Angga kemudian memperdengarkan suara aslinya yang ternyata sangat merdu.

Video-video prank false Angga ini pun berhasil menarik perhatian warganet sehingga kerap membuat videonya menjadi trending di YouTube Indonesia. Lalu bagaimana perjuangam Angga meraih kesuksesan ini? Dalam sebuah video berjudul “SEMUA DIMULAI DARI KEYAKINAN”, yang diunggah pada tanggal 7 Agustus 2019, Angga menceritakan perjuangannya hingga menjadi YouTuber terkenal.

Angga mulai merantau ke Jakarta pada 2009. Saat itu, ia yakin di ibu kota akan meraih kesuksesan. Namun yang terjadi jauh dari perkiraannya. Hidup di Jakarta bukan perkara gampang.

“Saya awali dengan berjualan es kelapa, pulsa. Dan satu tahun saya lalui, saya bangkrut,” ujar Angga dalam video tersebut.

“Bangkrut karena apa? Karena memang saya enggak mempunyai pengalaman berjualan,” lanjutnya.

Namun, tak mau menyerah di tanah perantauan, Angga mulai mencari pekerjaan baru. Ia kemudian bekerja menjadi petugas di bioskop. Meski demikian, ia tak menjelaskan di posisi apa ia bekerja.

“Satu tahun setengah saya kerja (di bioskop) dari suka sampai ke jenuhnya. Dan saya berfikir saya tidak bisa bekerja di bawah perintah atau pun di bawah tekanan seseorang,” ujar Angga.

Jadi pengamen Pada akhir 2011, Angga pindah ke Jawa Barat. Di sana, timbul keinginannya untuk kembali ke dunia musik. Ia lalu mengambil gitarnya dan mencoba peruntungan sebagai pengamen. Saat kali pertama mencoba menjadi pengamen, Angga mengalami kejadian lucu.

“Pertama kali ngamen, lucunya lagi setelah saya habis nyanyi saking saya malu banget dengan keadaan pada saat itu, ketika seseorang sudah mau ngasih saya uang ataupun mau ngasih saya tip karena saya udah ngamen, saya kabur,” tuturnya.

“Di situ saya ketawa, saya malu. Lalu besok harinya saya coba lagi. Lalu besok harinya saya coba lagi dan itu akhirnya terbiasa dan menjadi mata pencaharian saya,” lanjut Angga.

Saat itu, ia tak pernah menyangka pekerjaannya mengamen akan mengantarkannya menjadi YouTuber terkenal.

Angga mulai berfikir untuk bekerja lebih layak. Pada 2013, ia pindah ke Yogyakarta untuk kursus bekerja di kapal pesiar. Dua tahun kemudian, ia lulus dan mendapatkan kesempatan untuk bekerja di kapal pesiar di Miami, AS.

“Cuma ketika saya mau berangkat, tiga hari sebelum saya berangkat seperti ada bisikan di otak saya. ‘Angga darahmu itu darah seni, kamu tuh lahir dari keluarga musik’,” ujarnya.

“Jika kamu bahagia melakukan perjalanan kapal pesiar ini, apakah batin kamu bahagia? Mungkin orangtuamu bakal bahagia, kamu bisa membahagiakan orang tuamu. Tapi apakah hidupmu bakal bahagia, hidupmu akan bermanfaat? Hidupmu akan sesuai dengan apa yang kamu inginkan?” lanjutnya.

Ia lalu memutuskan untuk membatalkan kepergiannya ke Miami dan memilih kembali ke Jakarta. Beruntung kedua orangtua Angga merestui keputusannya itu.

Di Jakarta Angga sempat bergabung pada salah satu band dan telah merilis tiga singel. Namun, lagu-lagu tersebut tak laris di pasaran. Angga kemudian memutuskan untuk keluar dari band.

“Lalu aku kembali lagi ke jalanan. Di 2015 aku mencoba untuk aktif di YouTube. Dan 2016 aku ketemu yang bernama Junaidi Karo-karo. Pada saat itu ingin memvideokan aku dan diupload di YouTube,” ujar Angga.

Tak disangka, video itu sempat viral. Angga semakin giat meng-cover lagu dan mengunggahnya di YouTube pribadinya. Ia kira dengan viralnya video Junaidi, maka viewer-nya di YouTube pribadinya juga akan banyak.

“Dari awalnya bagus views-nya dan lama kelamaan views-nya menurun, menurun,” kata dia.

“Mungkin orang bosan ya, banyak pendatang baru yang lebih bagus, lebih ganteng, suaranya lebih bagus juga. Terus aku merasa minder dengan apa yang aku punya,” lanjutnya.

Di tengah kekalutannya, Angga memutuskan untuk membuat sesuatu yang unik. Pada awal 2019, Angga mulai mencoba membuat konten prank false-nya.

“Prank ini alhamdulillah diterima oleh banyak orang dan aku tidak nyangka. Alhamdullilah sekali aku kudu mensyukuri, berterima kasih sekali atas keadaan sekarang,” ucapnya.

Menurut Angga, untuk meraih kesuksesannya sekarang kuncinya hanya usaha keras, inovasi, dan konsisten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *