1 Muharram 1441 H – Simak Amalan Puasa Tahun Baru Islam dan Keutamannya, Jangan Sampai Terlewat!

Kamis,30 Agustus 2019 16:00 WIB

Ratusan warga se-Kecamatan Coblong mengikuti pawai obor mengambil start dari Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Jalan DipatiUkur, Kota Bandung, Jumat (24/10/2014) malam. Kegiatan syiar dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1436 H itu juga diisi dengan renungan malam, tabligh akbar, senam massal gerakan salat, pentas seni, bazar, dan pemeriksaan kesehatan yang diselenggarakan di halaman Masjid Al Ihsan Darul Hikam, Bandung. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNJAKARTA.COM –  Bulan Muharram akan jatuh pada Minggu 1 September 2019. 

Bulan Muharram sendiri menjadi bulan yang special bagi umat Muslim.

Hal ini karena puasa yang paling afdhal setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram.

“Aku tidak pernah melihat Nabi benar-benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamaannya dari pada puasa pada hari ini, hari ‘Asyura dan puasa bulan Ramadhan.” (HR Bukhari: 2006, Muslim: 1132)

Dalam bulan Muharram terdapat hari yang cukup bersejarah dan diagungkan, ialah hari Asyura (10 Muharram).

Pada hari ini Rasulullah menjalankan ibadah puasa sunnah.

Orang-orang Quraisy biasa berpuasa pada hari asyura di masa jahiliyyah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam pun melakukannya pada masa jahiliyyah.

Tatkala beliau sampai di Madinah beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa.

Puasa Asyura sendiri memiliki keutamaan dapat menghapus dosa setahun yang lalu.

Rasulullah bersabda:

صِيَامُيَوْمِعَاشُورَاءَأَحْتَسِبُعَلَىاللَّهِأَنْيُكَفِّرَالسَّنَةَالَّتِيقَبْلَهُ

Puasa ‘Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu. (HR.Muslim: 1162).

Kemudian Rasul mengetahui jikalau puasa tersebut juga dilakukan oleh umat Yahudi, dan tidak ingin menjalankan hal sama.

Rasul pun mengatakan rencananya untuk melakukan puasa sehari sebelum puasa Asyura.

صَامَرَسُولُالهِعصَلَّىالهُتعَلَيْهِوَسَلَّمَيَوْمَعَاشُورَاءَوَأَمَرَبِصِيَامِهِقَالُوايَارَسُولَالهِسإِنَّهُيَوْمٌتُعَظِّمُهُالْيَهُودُوَالنَّصَارَىفَقَالَرَسُولُالهَِصَلَّىالهُمعَلَيْهِوَسَلَّمَفَإِذَاكَانَالْعَامُالْمُقْبِلُإِنْشَاءَاللَّهُصُمْنَاالْيَوْمَالتَّاسِعَقَالَفَلَمْيَأْتِالْعَامُالْمُقْبِلُحَتَّىتُوُفِّيَرَسُولُالهَِصَلَّىالهَُعَلَيْهِوَسَلَّمَ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan berpuasa. Para shahabat berkata : ”Ya Rasulullah, sesungguhnya hari itu diagungkan oleh Yahudi. ”Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Di tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9.”, tetapi sebelum datang tahun depan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah wafat.” (HR Muslim: 796)

Puasa pada tanggal 9 Muharram inilah yang kemudian dikenal dengan puasa tasu’a.

Meski hokum melakukan puasa Muharam ini sunnah, tapi ternyata banyak keutamaan yang didapatkan dari melakukan puasa ini.

Berikut keutamaan dari puasa sunnah Muharram :

1. Sikap meneladani Nabi Harun dan Nabi Musa Alaihis salam juga Nabi Muhammad SAW yang sudah melakukan puasa di hari Asyura.

2. Menjadi latihan untuk kita semua menjadi sosok yang lebih baik salah satunya menahan godaan dan menahan hawa nafsu.

3. Bisa menghapus semua dosa kecil 1 tahun, selain dosa besar dan Syirik kepada Allah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *