Kisah Inspiratif Luh Yunita Bikin Bisnis Coffee Shop di Usia Belia

Kamis, 12 September 2019 16:30 WIB

DENPASAR – Indonesia memiliki banyak pengusaha muda yang sukses. Salah satunya adalah Luh Yunita Aprillia Dewi.

Di usianya yang masih belia, putri dari pasangan suami istri Ni Made Sariasih dan I Ketut Subandi Astawa ini sudah memiliki usaha coffee shop sendiri.

Coffee shop yang diberi nama Beanefit Coffee Shop ini terletak di dealer mobil Agung Toyota, Jalan Cokroaminoto Nomor 48, Pemecutan Kaja, Denpasar.

Ditemui di lokasi usahanya belum lama ini, dara cantik lulusan Curtin Singapore University ini mengatakan, jika bisnisnya tersebut sudah berjalan sejak bulan Juni 2019 lalu.

Meski tergolong belum lama, namun sejauh ini bisnis coffee shopnya itu berjalan dengan prospek yang cukup bagus dan kini sudah memiliki dua barista sebagai karyawan.

Dijelaskan dara kelahiran 29 April 1998, ini, bisnis coffee shop yang dilakoninya bermula dari kesukaannya minum kopi.

“Dulu saat kuliah suka nongkrong di luar, biar nggak di kamar terus. Akhirnya mencoba nongkrong di luar sehingga kecanduan kopi.

Dari kebiasaan dan kecintaan saya menikmati kopi, sehingga ada keinginan untuk membuka usaha coffee shop sendiri,” terang Luh Yunita.

Selain karena hobi dan suka kopi, Luh Yunita Aprillia Dewi ingin meneruskan impian sang ayah. Di mana dulunya, sang ayah pernah punya impian untuk membuat usaha cafe, namun belum terwujud.

Sehingga impian sang ayah pun diteruskan olehnya. Selain ingin mencari profit, Luh Yunita Aprillia Dewi ingin menyalurkan hobi positifnya.

Saat dia ingin serius memulai bisnis ini, dia pun sempat belajar bagaimana mengoperasikan mesin kopi, hingga cafa meracik kopi.

Dia juga belajar mengenal jenis-jenis kopi. “Kebetulan di rumah ada mesin kopi. Saya belajar sekitar dua bulan,” ujarnya.

Ditanya apa resepnya dalam menjalankan bisnis ini, gadis belia ini mengatakan bahwa dirinya membuat ciri khas sendiri untuk coffee shopnya.

Apalagi sekarang ini, tidak sedikit anak muda yang juga menekuni bisnis yang sama. Maka inovasi sangat diperlukan untuk tetap bisa bersaing dan menjadi beda dengan tempat coffee shop yang lain.

Untuk urusan jenis kopi, Beanefit Coffee yang bekerjasama dengan Agung Toyota Cafe menggunakan beberapa jenis kopi dari Bali dan juga luar Bali.

Seperti contohnya Arabika didatangkan dari luar Bali. Sedangkan untuk jenis Robusta, diambil dari Bali sendiri.

Pemilihan jenis kopi berkualitas ini ang membuat para pencinta kopi betah menikmati kopi di Beanefit Coffee Shop.  

“Kalau dari pengakuan para pengunjung di sini kopinya lebih soft. Sejauh ini prospeknya stabil dan bagus karena para pengunjung juga bisa memilih sendiri kopi dan gula sesuai selera. Kami memang mengikuti keinginan konsumen juga,” akunya.

Di samping ingin terus mengembangkan coffee shop, Luh Yunita Aprillia Dewi juga ingin coffee shop miliknya menyediakan bakery.

Namun rencana ini, kata dia, akan mulai ditekuni jika sudah memiliki lahan sendiri untuk mengembangkan usaha.

Di Beanefit Coffee sendiri, jenis kopi yang paling banyak diminati adalah capuccino dan hazelnut latte.

Kini mereka juga sedang mencoba beberapa varian baru tapi masih eksperiment. “Untuk harga juga cukup terjangkau.

Karena saya juga sudah membuat survei di beberapa cofee shop dan harga standarnya emang segitu,” tandasnya.

(rb/mar/mus/JPR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *