Kisah Pemuda Asal NTT Jualan Nanas Madu demi Raih Gelar Sarjana

Kamis, 12 September 2019 14:02 WIB

SLEMAN – Mengenyam pendidikan hingga level yang lebih tinggi di universitas terkemuka tentu jadi impian setiap orang. Bilamana sudah tercapai, paling tidak adalah bekal untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Mungkin keinginan tersebut sudah tertanam dibenak para remaja yang bermimpi ingin mencapai kesuksesan melalui pendidikannya.

Tak sedikit perusahaan besar yang menawarkan pekerjaan di bidang tertentu dengan salah satu syaratnya adalah memiliki gelar sarjana. Hal itu menjadi pertimbangan penting saat seseorang ingin meniti karirnya dalam dunia kerja profesional.

Cita-cita mulia tersebut juga diimpikan oleh Arthur, pemuda perantauan di Yogyakarta. Saat ini dirinya mengaku berkuliah di Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo). Ia telah mencapai semester akhir dari perkuliahannya.

Pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu ternyata tidak hanya berkuliah saja di Kota Pelajar. Demi mengisi kesibukannya dia rela berjualan nanas madu.

Motivasi Arthur berjualan nanas madu ialah agar tidak memanjakan dirinya dan bergantung pada orangtua yang jauh di kampung halaman.

Penghasilan yang diperolehnya, ia gunakan untuk biaya hidup dan kuliah. Terlebih dirinya tidak menyukai jika kegiatan perkuliahannya hanya diisi dengan hal sia-sia.

Arthur telah berjualan kurang lebih selama tiga tahun. Jika dihitung, ia telah berjualan sejak semester 4 berkuliah di Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo).

Dikutip dari laman KRJogja, Selasa (10/9/2019), awal mula ia memiliki motivasi untuk berjualan adalah tawaran dari saudaranya yang sudah memiliki bisnis nanas madu. Tanpa pikir panjang, bisnis yang sudah terbukti menguntungkan tersebut langsung ia tekuni.

Arthur membuka lapaknya di Jalan Kaliurang KM 9, Sleman. Tokonya biasa buka mulai pukul 8 pagi hingga pukul 17.30 WIB. Namun jika ia memiliki kegiatan perkuliahan tokonya akan ia tutup sejenak hingga kegiatan tersebut usai.

Bisnis nanas madu ternyata bukan bisnis remeh temeh. Jika melihat keuntunganya yang ia dapat, dalam sehari bisa mencapai Rp200 hingga Rp300 ribu. Jika dihitung dalam sebulan bisnis tersebut dapat menghasilkan keuntungan Rp6 juta!.

Tak ingin mencicipi kesuksesan sendiri, Arthur juga mengajak beberapa teman kosnya untuk membuka bisnis yang sama. Ia bahkan tidak takut usahanya tersaingi oleh para rekan kuliahnya itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *