KISAH INSPIRATIF – Alisa Septiani Masih 22 Tahun Sukses Meraih Kursi di DPRD Dharmasraya

Jumat, 13 September 2019 11:50 WIB

Perkenalkan Alisa Septiani, 22 Tahun Sudah Jadi Anggota DPRD Dharmasraya

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Niat Alisa Septiani untuk terjun ke dunia politik memang tak terbendung hingga sukes meraih kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dharmasraya.

Perempuan ternyata terpilih dalam usia 22 tahun saat menjadi anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya periode 2019-2024.

Sebelumnya, Alisa Septiani maju sebagai anggota legislatif dari Partai Gerindra bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) IV meliputi Kecamatan Asam Jujuhan, Kecamatan Sungai Rumbai, Koto Besar dengan perolehan 1.531 suara sah.

Putri pasangan Juprizal dan Kasdariya ini sangat bersyukur bisa diberi kemudahan oleh Allah SWT dan terpilih menjadi anggota dewan periode lima tahun mendatang.

“Pertama-tama tentu saya mengucap rasa syukur kepada Allah SWT karena telah diberi kemudahan sehingga terpilih sebagai anggota DPRD Dharmasraya periode 2019-2024.

Saya tinggal jauh di pelosok. Di sana itu yang maju untuk jadi anggota dewan sudah tidak banyak.

Ada cuma hanya lima orang, tetapi gak ada yang duduk satupun,” ujar gadis kelahiran 16 September 1997 ini.

Alumni Universitas Widyatama Bandung ini menyebut pada pemilihan umum legislatif (Pileg) periode lalu, tidak ada utusan legislatif dari kampungnya.

“Kosong selama lima tahun. Makanya saya maju pada Pileg 2019 ini,” ucapnya semangat.

Sejauh ini lanjutnya dorongan banyak datang dari berbagai pihak, terutama keluarga.

Bahkan, menurut Alisa Septiani, sejak awal ia memutuskan terjun ke dunia politik, keluarga sangat mendukung.

“Ya, kalau keluarga pasti mendukung ya. Saya tumbuh dari keluarga yang berlatar belakang politik, sebenarnya saya memang sudah tidak asing lagi dengan pembicaraan yang berbau politik.

Bapak berkiprah di bidang politik juga. Bapak pengurus Partai Gerindra. Kakek juga dulunya pernah berkiprah di politik,” ungkap Alisa Septiani.

Namun Alisa Septiani tidak menampik bahwa dirinya butuh bimbingan untuk menjalankan tugas anggota dewan.

“Ya, kita di dalam dunia politik butuh bimbingan juga untuk pembangunan.

Tentu saya akan menyumbangkan pikiran saya untuk Dharmasraya khususnya.

Ini bukan masalah Dapil lagi. Kalau untuk program, kita belum bahas program,” ujar Alisa Septiani.

Sebagai putri daerah, Alisa Septiani memang ingin membangun daerahnya, makanya ia dari Bandung kembali ke Ranah Minang untuk memperjuangkan daerahnya.

Alisa maju sebagai calon legislatif juga dengan tujuan agar anak-anak muda idealis mampu menyuarakan aspirasi rakyat.

Serta juga memotivasi generasi muda lainnya untuk terlibat dalam proses politik.

“Saya maju untuk meningkatkan semangat generasi muda agar gak ada yang takut untuk menjadi penyambung lidah rakyat.

Selama ini kan yang tua-tua saja yang berani, sekarang udah nggak.

Kehadiran anggota DPRD yang muda Insya Allah akan menghasilkan gagasan baru di legislatif kelak,” ucap gadis yang senang olahraga Bulutangkis ini.

Menurut Alisa Septiani, perempuan yang menjadi anggota dewan di Dharmasraya meningkat dari tahun sebelumnya.

“Biasanya satu, sekarang meningkat jadi dua.
Mana tahu pada pileg selanjutnya bertambah lagi untuk membangkitkan generasi muda juga.

Mana tahu maju umur 22, nanti lima tahun lagi kan ada lagi pemilihan,” ujar anak sulung dari empat bersaudara ini.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit
mengucapkan selamat kepada Alisa.

Menurutnya, anak-anak muda seperti Alisa bisa maju menjadi anggota legislatif karena dia memang diberikan amanah oleh masyarakat.

Berarti dia sosialisasinya sudah jalan. Tentu harapan kita walaupun dia muda, dia harus segera menyesuaikan diri dan membaca aturan yang ada,” kata Nasrul Abit.

Kemudian juga, sesuai janji kampanye, kata Nasrul Abit, diharapkan bisa direalisasikan ke depan.

“Walaupun dia anggota dewan muda, saran saya janganlah berubah perilaku sehari-harinya. Tetap saja seperti biasa, orang akan senang jika kita tetap sejuk dan santun.

Lalu, jika tetap pakai budaya Minang Insya Allah bertahan dan bisa berlanjut ke depannya,” harap Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga berpesan dalam menjalankan tugas sambil berjalan akan tahu seperti apa sistem pemerintahan republik Indonesia.

“Betul-betul lah berjuang demi masyarakat. Jangan menyimpang, ingat keluarga, jangan sampai tertangkap KPK,” kata Nasrul Abit. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *