NYENANGKEUN BARUDAK CINTA

Selasa, 17 September 2019 10:23 WIB

“Jangan bangga dengan kendaraan, kendaraan bukan standar kemuliaan,standar kemudliaan disisi  Allah adalah ketaqwaan” demikian Ustadz Handy Boni mengawali tausiyah di acara MOW CARE ” nyenangkeun barudak cinta ” yang dinisasi MOW (Muslims on Wheel)  Bandung pada hari Minggu tanggal 15 September 2019 dan melibatkan banyak komunitas di kota Bandung.

Sentilan tanpa menggurui lebih terasa lagi saat Ustadz muda bercerita bagaimana bentuk teguran Allah kepada seorang pecinta  burung yang sempat membeli  seekor burung dengan harga 40 juta karena ketidaktahuan malah dilepas (dijual) istrinya dengan harga 5 juta. Mengapa? karena boleh jadi terlalu mencintai burung dan melupakan pamajikannya (istrnya). Para hadir  tersenyum mendengar kisah Ustadz yang juga hobi bersepeda motor ini, lalu ia pun menjelaskan bahwa seharusnya yang perlu dikejar adalah taqwa dan orang taqwa punya ciri sesuai ayat  dalam surat Ali Imran adalah memburu ampunan Allah dan syurga, membelanjakan hartanya dalam keadaaan lapang dan sempit, menahan marah dan memaafkan kesalahan manusia”.

Hajat MOW nyenangkeun barudak dilakukan dalam bentuk membawa anak anak pejuang kanker rumah cinta yang berjumlah 3O anak berkeling kota bandung menggunakan BANDROS dari titik berangkat di jalan waspada lalu ke Sukajadi-Setiabudhi–Cipaganti-Cihampelas-Ciumbuleuit dan berakhir di Cafe Masagi. Saat reporter  LitaHarmoni,Abi Iwan  bertanya ke sesepuh MOW yang diwakili  Papap Ron dan JW tentang maksud kegiatan ini dijelaskan  kegiatan ini dimakasudkan untuk mengasah jiwa sosial anggota komunitas untuk berbagi dalam bentuk menyenangkan anak anak pejuang kanker dari Rumah Cinta.Dan suatu hal yang diluar dugaan, kegiatan ini malah meluas karena banyak mendapat dukungan dari berbagai komunitas termasuk PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta ANsional Indonesia Cabang Bandung.

Selama perjalanan terlihat anak anak pejuang kanker ini demikian gembira menikmati perjalanan dn setiba lokas merekapun  langsung menikmati ragam permaianan  dan makanan yang disiapkan panitia.

Dalam kesempatan ini diserahkan pula bantuan dana dari PRSSNI  cabang bandung dengan jumlah anggota 42 radio swasta  sebagai bagian dari CSR (corporate social responsibility) sebanyak 20 juta rupiah.

Pemberian bantuan ini mendapat moment menurut Ibu Kardi selaku ketua PC Bandung karena masih dalam bulan Muharram.

Ambu sebagai pengasuh Rumah Cinta  mengucapkan terima kasih atas segenap bantuan  dari semua pihak yang terlibat dalam pesannya berharap para hadirin dapat lebih lagi menaruh perhatian atau kasih sayang  kepada anak anak pejuang kanker ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *